Amerika

Sunday, May 18, 2014

Memulai Bisnis Sendiri





Bukan suatu hal mudah untuk memulai bisnis sendiri, tetapi sebaliknya, juga bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Memulai bisnis pribadi merupakan hal yang menakutkan, dan sekaligus menarik. Mengapa? Di satu sisi, hal ini dapat menimbulkan Resiko besar, sedangkan di sisi lain, kesempatan besar dalam kehidupan juga sedang menanti. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Anda menjadi ingin tahu, apa saja sebenarnya, yang terlibat dengan diri Anda pada saat memulai berbisnis, dan apa saja yang bisa membuat langkah bisnis Anda ini bisa sukses.

Berikut ini ada beberapa hal, yang mungkin bisa membantu Anda untuk memikirkannya sebelum terjun langsung membuka sebuah bisnis:
<!--[if !supportLists]-->1.      Carilah jalan dari beberapa cara bisnis konvensional, dan cobalah. Di sini Anda tidak harus, dan memang tidak perlu langsung melakukan cara yang benar bukan? So, Business is Learning by Doing, isn't it?
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Jadilah orang yang kreatif, fleksibel, dan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi, dengan mendapatkan informasi tentang pangsa pasar, dan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi, yang sekiranya bisa mempengaruhi pangsa pasar itu.
<!--[if !supportLists]-->3.  Apa tujuan pribadi Anda untuk berbisnis sendiri ini? Apa yang Anda kehendaki dalam hidup? Jenis penghasilan seperti apa yang Anda inginkan? Di manakah Anda berada 5 tahun, 10 tahun mendatang? Ini semua bisa menyatakan tujuan pribadi Anda, dan ini bukan hal sepele. Anda harus memiliki dan mengetahui tujuan pribadi yang benar-benar penting bagi Anda, karena perlu Anda ketahui, bukankah bisnis itu sendiri merupakan sesuatu yang menuntut?
<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda sedang melakukan sesuatu yang ingin dilakukan? Apakah Anda bekerja dengan orang-orang yang memang Anda ingin bekerja sama untuk melakukannya? Apakah menurut Anda, kira-kira pengembalian investasi sudah bisa seperti yang diharapkan? Jika ternyata muncul perasaan tidak senang, tidak "mood", maka bisa jadi Anda tidak akan menjadi pengusaha yang baik dan sukses.
<!--[if !supportLists]-->5.   Punyai ide bisnis yang disertai hasrat membara atau "passion" pribadi untuk segera memulai dan mengoperasikannya. Hasrat pribadi ini semestinya menjadi bagian dari apa yang Anda kehendaki dalam hidup. Jika tidak, jangan harap Anda bisa mengubah semua ide Anda menjadi bisnis yang sukses.
<!--[if !supportLists]-->6.  <!--[endif]-->Lihat kembali dan pikirkan pengalaman kerja Anda. Pengalaman kerja adalah bagian dari ide bisnis. Jika Anda ingin membuka sebuah bisnis, ada baiknya jika Anda ikut program "on the job training" atau magang kerja lebih dulu di bisnis yang sekiranya Anda inginkan. Seperti di Komunitas TDA ini, ada program "Apprentice"...ini bisa juga dimanfaatkan.
<!--[if !supportLists]-->7.  Harus berusaha memiliki pengetahuan dasar berbisnis, jangan ngawur atau percaya begitu saja "omongan ngawur" tokoh-tokoh bisnis yang sudah jadi milyarder yang sering bilang, bahwa kalau mau bisnis ya jalanin aja gak perlu mikir. Saya jamin pada akhirnya, jika Anda mengikuti begitu saja "anjuran ngawur" itu, maka Anda akan benar-benar mikir belakangan, dan pusing seribu keliling, akibat bisnis Anda hancur, alias bangkrut dengan hutang melimpah. Ingat, pengetahuan dasar berbisnis ini merupakan salah satu pintu masuk untuk memulai bisnis Anda sendiri. Naluri, perasaan, ataupun intuisi bukanlah pengganti untuk pengetahuan. Jadi Anda harus mau belajar mendalami bisnis dengan ilmu pengetahuan.
<!--[if !supportLists]-->8.   <!--[endif]-->Bertanyalah pada hati nurani Anda. Apakah Anda ingin mulai membuka bisnis baru itu karena ingin cepat menjadi kaya raya? Apakah Anda ingin cepat menjadi milyarder? Menurut saya, jika Anda ingin memulai bisnis sendiri dengan sikap seperti tersebut, maka itu bukanlah sikap yang benar. Uang memang penting, tetapi itu akan datang kemudian seperti yang Anda inginkan...setelah Anda melakukan usaha keras, tekun, pantang menyerah, dan dengan rasa hasrat membara.
<!--[if !supportLists]-->9.   <!--[endif]-->Punyai "inner vision", yang mengarahkan Anda untuk melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya! Berikan sesuatu yang dibutuhkan orang. Dengan “inner vision” seperti ini, maka yakinlah Anda akan dihargai orang terus-menerus, meskipun mungkin pada awalnya Anda belum menghasilkan uang yang banyak.
<!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]-->Jika Anda sudah memiliki sikap mau melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya, maka ini akan membentuk Anda untuk memiliki komitmen sukses, dan membuat Anda untuk terus melangkah dari keadaan sekarang, untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dan, pada gilirannya nanti, Anda akan menjadi seorang yang kaya ide, punya visi, dan sanggup menerapkan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain, bahkan orang yang mungkin Anda lihat sebagai sosok terbaik pada saat ini.

Nah, rekan-rekan entrepreneur jika Anda bisa melakukan kesepuluh hal di atas tersebut, maka hal itu akan menjadikan Anda sebagai orang yang tidak puas dengan pekerjaan dan hasil kerja yang rata-rata (average), tetapi Anda akan menjadi orang yang puas dengan melakukan pekerjaan dan menghasilkan sesuatu yang besar (superior).
Inilah menurut saya suatu sikap yang penting dan benar ketika Anda mau memulai bisnis pribadi. Dan, jika Anda merasa telah memiliknya, maka Anda memang pantas memulai bisnis pribadi buat masa depan Anda dan keluarga Anda. Jadi, mau tunggu apa lagi?

KESALAHAN SAAT MEMULAI BISNIS




 
 Mungkin Anda memiliki ide cemerlang, sudah punya rencana matang, modal ada, pendek kata siap menjalani bisnis. Tetapi tahukah Anda, orang sering membuat kesalahan yang tidak terpikirkan pada awal merencanakan bisnisnya. Mau tahu apa saja kesalahan itu?

1. ALASAN TAK TEPAT
Biasanya menjalankan bisnis dilakukan ketika seseorang baru saja di-PHK. Padahal, Anda memerlukan waktu untuk menilai kelebihan dan kekurangan sebelum mengeluarkan sejumlah besar uang dan tenaga untuk berspekulasi dalam wiraswasta. Kecuali Anda memang telah mempersiapkan jauh hari sebelumya dengan baik. Yang kerap terjadi, karena panik dan berpikir harus segera menghasilkan uang serta kembali berkegiatan, orang membuka bisnis secara terburu-buru.

Ingat, tidak ada kamus "menjadi kaya dalam sekejap". Namun bila sejak dulu Anda memang bercita-cita menjadi seorang pengusaha dan telah melakukan penelitian sebelumnya, baik tentang rencana bisnis ataupun cara mengevaluasi pro dan kontra, wujudkan impian itu dengan mata yang terbuka lebar-lebar.

2. TAK ADA RENCANA JANGKA PANJANG
Pemula bisnis perlu mengawasi bisnisnya secara intensif selama 6 sampai 12 belas bulan pertama. Jadi, pastikan Anda memiliki ide kongkret untuk mempertahankan keuntungan perusahaan selama beberapa tahun mendatang. Untuk itu, diperlukan rencana yang jelas. Bila Anda tak melakukan riset pasar yang memadai, kegagalan dan kerugian finansial jelas bakal dialami.

Perusahaan yang tumbuh berkembang adalah yang secara konstan melakukan penemuan-penemuan baru, memperbaiki, dan mengembangkan produk serta pelayanannya. Juga selalu mencari jalan untuk meningkatkan pendapatannya. Antara lain dengan mengikuti seminar-seminar, mahir berbicara, dan membuat kontrak.

3. BELUM-BELUM SUDAH "ROYAL"
Berhati-hatilah menginvestasikan tabungan untuk berspekulasi. Mengorbankan uang yang sudah disiapkan untuk pendidikan anak-anak serta uang belanja bulanan keluarga, bukan merupakan ide yang baik. Meminjam uang dari sanak keluarga ataupun teman-teman dapat merusak hubungan baik.

Oleh karena itu, bila tidak dapat memperoleh pinjaman dari bank, maka sebaiknya pikirkan kembali rencana bisnis Anda. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah pembagian keuntungan yang tidak sama. Bila partner bisnis memberi jumlah yang besar pada awal berdirinya usaha Anda, maka keuntungan harus dibagi secara adil.

4. TAK PUNYA KETERAMPILAN MENGELOLA
Bila usaha Anda memerlukan tenaga kerja, Anda harus dapat melakukan wawancara saat mencari tenaga, mempekerjakan dengan baik, mengelola, dan memecat pegawai. Anda perlu memiliki keterampilan memimpin untuk memotivasi pegawai agar tidak putus asa bila mengalami masalah-masalah.

Pemimpin yang senang memperhatikan yang kecil-kecil (mikro manajer) dengan pegawai yang tidak terampil, hasilnya adalah motivasi yang tidak baik. Bersikaplah diplomatis, profesional, dan sabar.

5. MERASA PALING HEBAT
Pada akhirnya pengusaha harus tahu, dia tidak dapat melakukan semuanya secara sendirian. Jadi, tak perlu bersikap atau merasa paling tahu, paling hebat. Pekerjakan orang yang mampu dan dapat Anda percayai sesuai dengan bidangnya.

6. DIKELILINGI PARA ABS
Pemimpin yang kuat dan tegas akan membentuk tim kerja yang beranggotakan orang-orang yang mampu dan terampil dalam bidangnya. Jadi, bukan mempekerjakan orang yang hanya bisa mencari muka alias ABS (Asal Bapak Senang).

Anda memerlukan penasihat, mitra, dan pegawai yang dapat dipercaya, yang memberikan umpan balik yang Anda perlukan secara jujur dan bukan hanya ingin menyenangkan hati belaka. Seorang pengusaha dapat menjadi buta secara sementara terhadap masalah-masalah penting. Pastikan keluarga, teman-teman, dan mitra kerja merasa cukup nyaman untuk mengatakan secara jujur kepada Anda tentang kesalahan yang Anda lakukan.

Pertajam Visi Anda Dari Uraian yang sudah, dapat kami gambarkan kembali :
·         Selamat Anda telah bergabung di bisnis ini dengan peringkat yang anda inginkan sebagai suatu modal awal yang sudah bagus, walaupun mungkin masih ada keraguan dalam diri anda mengenai keberhasilan bisnis yang akan anda jalankan.
·         Anda sudah mencoba mengikuti Pelatihan-Pelatihan yang diadakan untuk New Distributor merupakan modal yang lebih dari cukup untuk menjalankan bisnis ini yang menepis keragu-raguan anda sebelumnya, sudah mengerti prinsip-prinsip 7 kunci sukses yang akan anda jalankan.
·         Tiba saatnya Anda untuk mulai menularkan ilmu yang anda kuasai ke calon partner bisnis anda di Tianshi,pada kenyataannya dilapangan, proses bisnis Anda tidak semulus yang Anda harapkan. Hal ini disebabkan adanya keragu-raguan beberapa orang tentang bisnis pemasaran jaringan. Beberapa orang gagal dalam bisnis pemasaran jaringan, mereka menyalahkan sistem, perusahaan, upline dsb. Padahal kenyataannya, mereka tidak memilih dan menjalankan bisnis mereka dengan cara yang benar. 

Thanks & Regards

MENYIKAPI KEBOHONGAN





Aku mau mémbahas masalah Kéjujuran, tiba tiba saja aku tértarik déngan masalah ini, karéna mungkin aku térmasuk orang yang pérféksionis untuk hal képércayaan dan kéjujuran ini sétélah aku fikir fikir ada sikap yang lébih déwasa bagai mana cara ménghadapi orang yang télah mérusak képércayaan ini.
Pértama, kalau kita tanyakan ké diri séndiri, apa yang mémbuat orang tidak mémpércayai séséorang ?.
Jawabanya pasti: karna orang itu télah bérbohong, atau pasti kita tidak méngénal orang térsébut.
Sécara otomatis kalau kita sudah mérasa dibohongi, képércayaan kita térhadap orang itu pasti akan bérkurang, bahkan ada yang bérubah ménjadi bénci, karéna mérasa dikhianati hingga itu akan bérpéngaruh buruk térhadap hubungan sélanjutnya.
lantas, lalu apa yang térjadi kalau orang térsébut télah mérusak képércayaan itu ?
Ada 2 sikap untuk ménanggapi hal ini.

1. yang di bohongi
Kamu harus pércaya, kalau di dunia ini ngga ada yang pérnah bisa jujur, sétiap orang pasti pérnah bérbohong atas dirinya séndiri, apalagi déngan orang lain, yang harus kamu lakukan adalah “mémbéri késémpatan”.
Mémbéri késémpatan ini bukanlah sésuatu yang bisa di ukur bérapa kali jumlah késémpatan itu, sébérapa bésar késémpatan itu, dan sébérapa mudah kita mémbéri késémpatan itu ?, mémbéri késémpatan itu bérgantung dari kébésaran hati masing masing, dan kita harus méngétahui dan ményadari, “bukan kita yang mémbangun képércayaan kita térhadap séséorang”, namun “séséorang lah yang mémbangunya untuk kita” dan “séséorang juga yang ménghancurkanya untuk kita”, jadi sudah sépatutnya kita untuk tidak mérasa sakit hati, ya bénar, untuk apa sakit hati ? sakit hati karna di khianati ? kénapa harus mérasa sépérti itu ? karna sudah sépatutnya karna pérbuatan nya séndiri, dan sudah jalanya kalau kita jadi tidak mémpércayainya.
Jadi yang harus dilakukan ?
·         Givé a Chancé….yup bérilah késémpatan, karna mémang hanya itu yang bisa kita lakukan
·         Tak pérlu sakit hati, méngapa harus sakit hati, kalau kita fikirkan dalam dalam, yang mémbangun képércayaan siapa ? dia kan, yang ménhancurkanya siapa ? dia juga kan…..jadi, sémua ini intinya karéna sikap kita adalah éfék dari sikap séséorang térhadap kita, kalau orang itu jujur déngan kita, baik, séhingga éféknya kita akan pércaya térhadap orang itu, ya kan ? dan sébaliknya
·         Ingatkan, bérbohong untuk suatu hal itu biasa, namun ingatkan, jika séséorang sudah bérbohong karna hal yang sama ? maka ini yang harus di pérhatikan, sébagai téman, kita harus méngingatkan, dan mémbéri késémpatan, sampai kapan ? jgn tanya ukuran sampai mana, karna kébésaran hatimu séndiri yang mampu ménjawabnya.
2. yang mémbohongi
Mungkin kamu bérbuat sépérti itu ada alasanya, sébaiknya bérikan alasan térbaik kamu untuk ménjawab sémua itu, déngan kéjujuran téntunya, karna disaat kamu mulai déngan kéjujuran sétidaknya akan mémpérbésar hati orang yang télah kamu bohongi, untuk apa mémilih alasan karna aku bégini karna aku bégitu, karna kéadaanya ini karna kéadaanya itu,
ingat, tujuanya disini adalah kalau kamu mérasa ményésal déngan pérbuatanmu.
ngga apa apa kalau kamu bilang “aku mémbohongi kamu karna uang” atau “aku mémbohongi kamu karna aku ingin kébébasan” mungkin bisa juga “aku mémbohongi kamu karna aku mémang pémbohong biadab, dan aku mélakukanya untuk késénanganku” méndéngar itu, kalau aku yang ménjadi orang yang di bohongi mungkin aku akan marah bésar, éits….tp jgn salah, itu dulu, sétélah aku fikir2, aku malah prihatin déngan orang yang sépérti itu.
Yang harus kamu lakukan adalah:
·         Méminta maaf, sudah téntu, karna ini adalah pérbuatan yang sportif, sétidaknya dia akan ménghargai kéjujuran hati kamu, dan kébésaran hati kamu untuk méngakui késalahan yang kamu lakukan, baik kmu sadari atau ngga kamu sadari.
·         Képércayaan itu tidak hadir bégitu saja di dalam diri séséorang, sémuanya butuh prosés, kalau kamu bisa mémbuat dia pércaya kamu dari awal, kénapa tidak mulai lagi untuk mémbangun nya, karéna képércayaan itu bérasal dari 2 tanganmu séndiri dan kamu bangun séndiri képércayaan térsébut di dalam hati orang lain.
·         Jangan pérnah tanya “kamu masih pércaya aku” atau “kamu harus pércaya sama aku” karna kata kata itu tak kan bérarti apa apa bagi orang yang télah di bohongi, karna tidak ada gunanya,
kalimat itu hanya akan mémbérikan kamu 2 pilihan, jadi ini mau dilanjutkan atau ngga ? itu saja kan.
Orang yang dalam kondisi sépérti itu tidak akan péduli déngan apa yang kamu katakan, kalaupun disaat sépérti kamu malah mémaksa untuk mémilih ?? pércayalah, kamu akan ményésal méndéngar képutusanya.
Dan kalaupun kamu coba untuk tanyakan itu “pasti dia akan jawab ngga tau” ya karna mémang séjujurnya dia ngga tau, apakah dia pércaya kamu atau ngga ? satu satunya cara,
Yakinkan dia, jangan bérikan dia pilihan
Untuk méyakinkan séséorang butuh késabaran dan kébésaran hati,
·         Jangan ragu untuk mémbangun képércayaan dari awal, walaupun sépértinya dia mémbénci kita, ngga ada salahnya kalau kita tétap mémbangun képércayaan itu, Caranya gimana ??
hé hé hé, pikir séndiri caranya gimana, karna ada béribu cara yang bisa dilakukan tampa harus bérbohong
·         Séséorang bisa pércaya sama kamu itu karna dari éfék sikap kamu térhadap orang itu, kalau kamu sémaunya aja, ya orang itu juga akan mémpércayai kamu sémaunya dia juga, kalau yang kamu bérikan itu bélum cukup, ya karna mémang bélum cukup mémbuat dia pércaya ? ya kan, orang yang kamu bohongi itu sépérti raja, kamu harus ményéntuh hatinya agar dia méngizinkan kamu untuk mémbangun kémbali képércayaanya térhadap kamu, jadi kalau mémang kamu bérniat untuk mémpérbaiki késalahan kamu, mulai lah dan lakukanlah.
ingat, kamu ngga bisa ménuntut séséorang harus mémpércayai kamu, kamu boléh bilang “kalau tidak pércaya ya sudah” tapi pércayalah, itu ngga akan ményélésaikan pérmasalahan kamu, lébih baik bilang séjujurnya “oh iya, aku lupa, maaf yah” atau “ah aku térlalu asik bérmain main sampai sampai aku lupa” daripada ménggunakan kalimat kétus yang ményélésaikan masalah dalam waktu singkat namun tidak baik.


Kendalikan Emosi




Emosi.......begitulah kata tersebut diucapkan. Sekali kita mendengar langsung 
perhatian kita tertuju ke perasaan marah. Padahal marah hanyalah salah satu 
bagian dari seratus atau bahkan seribu makna yang terkandung dalam kata Emosi. 
( temukan sendiri ya yang lain...).
Kita sering dalam kehidupan sehari hari bergelut dengan semua makna yang 
terkandung di dalamnya. Ingat bahwa semua yang ada diluar kita  Netral adanya 
... yang membuat kita nggak Ngeh..itukan kita sendiri, habis ngapain harus 
dibuat posive dan negative ?? kita sendiri kan yang mengelompokkan perasaan 
itu. Ya pastinya kita hidup selalu merasakan semua Emosi. Jengkel, marah, was 
was, takut, ragu ragu dan seabrek yang lainnya.Nah bagaimana kita 
menghadapinya?? kata OM POPA nich.. HADAPI DAN KONTROL..he he?? betul Nggak 
Om??...
Tapi  satu resep  yang bisa saya hadirkan disini ,  bahwa  mari kita  sisihkan  
1% ruang dihati kita untuk menerima Kritikan, 1% menerima ejekan, 1% untuk 
menerima hasutan dan silahkan manajemen sendiri hati Anda/ perasaan Anda . 
Sehingga Anda bisa menerimanya , karena jika Anda mampu menerimanya beres 
sampai disini..
Lha Jika Anda tidak berikan ruang dalam hati Anda....tau sendiri kan 
Akibatnya...??
 
Wassalam

Kejujuran