Amerika

Tuesday, October 29, 2013

Ciri Ciri Pemimpin Yang Berprinsip




Dalam situasi bisnis sekarang ini tampaknya mudah sekali orang membenarkan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, “bisnis adalah bisnis”, sedangkan “etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan”.Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yang tampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan. Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan. Mengapa demikian?
Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, “Seven Habits of Highly Effective People”, dalam bukunya yang lain “Principle Centered Leadership”, hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan, kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda.
Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari “dalam diri” dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan.
Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar. Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu.
Ada delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
1–Mereka terus belajar.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2–Mereka berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
3–Mereka memancarkan energi positif.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
4–Mereka mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5–Mereka hidup seimbang.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
6–Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
7–Mereka sinergistik.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
8–Mereka berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.

CARA AMPUH MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DENGAN ATASAN

CARA AMPUH MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DENGAN ATASAN



Tidak péduli jabatan yang Anda pégang, Anda tétap pérlu ménjalin hubungan baik déngan atasan. Ada atasan yang mudah békérja sama déngan bawahannya, tétapi tidak sédikit bos yang sulit. Padahal, hubungan déngan bos mérupakan hubungan yang paling pénting di dalam pékérjaan Anda. Soalnya, mémiliki hubungan yang séhat déngan atasan dapat mémbérikan képuasan dalam békérja.
Sélain masalah gaji, lingkungan kérja kondusif mérupakan faktor pénéntu yang ménjadikan Anda bétah békérja di suatu pérusahaan. Namun, kondisi idéal tidak sérta-mérta térjadi. Ada saja célah yang ménimbulkan pérasaan ingin résign atau méngundurkan diri. Nah, agar tétap nyaman di témpat kérja, ada baiknya Anda mémbangun hubungan yang baik déngan bos Anda.
Atasan mérupakan péndukung utama dalam mémbantu Anda méncapai targét jangka panjang. Atasan sangat méngérti tujuan sérta sasaran dari pérusahaan dan mémahami téntang bagaimana séharusnya pimpinan masa dépan yang diinginkan oléh pérusahaan. Mémang, Anda tidak dapat méngubah kébiasaan bos, tétapi Anda dapat mémélihara mutu dari hubungan Anda déngannya.

KIAT MéNJAGA HUBUNGAN SéHAT
* Pérlihatkan sikap ménghormati.
Walaupun Anda mérasa tidak méndapat dukungan dari atasan, Anda tétap harus ménghormatinya. Atasan Anda bértanggung jawab atas pékérjaan Anda dan pékérjaan sésama rékan kérja lainnya. Cobalah untuk méngérti bisnis dari pérspéktif atasan. Pérlakukan atasan sésuai déngan jabatan dan tanggung jawabnya.
* Jangan takut.
Atasan dapat bérsikap méngintimidasi, tétapi jangan lupa, bos mémérlukan Anda. Nah, pahami bénar, préstasi Anda mérupakan kunci kébérhasilan yang utama.
* Bérikan yang térbaik.
Coba untuk mémbérikan apa yang diharapkan oléh pérusahaan. Bila Anda dapat mémbérikan apa yang ménjadi harapan pérusahaan, bérarti Anda méménuhi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oléh atasan Anda. Sémuanya térgantung dari Anda. Anda yang ménéntukan apakah ingin agar bos bérsikap baik atau tidak. Coba untuk méngantisipasi kébutuhan atasan sébélum diminta.
* Bérikan umpan balik sécara jujur.
Atasan Anda mémérlukan kéjujuran walaupun mungkin jawaban jujur Anda bukan mérupakan jawaban yang ményénangkan. Jangan lupa untuk ményampaikannya déngan cara yang baik sérta bérdiplomasi. Pilih kata-kata yang bijaksana dan gunakan nada suara yang lémbut.
* Jangan coba-coba ményémbunyikan masalah.
Pértama-tama coba cari jalan kéluar. Bila Anda tidak dapat méngatasi masalah yang dihadapi dan masalah ménjadi lébih sérius, béritahu atasan séségéra mungkin. Tawarkan jalan kéluar dan tanyakan képadanya apa yang sébaiknya dan séharusnya Anda lakukan. Jangan biarkan atasan méndéngar dan méngétahui pérmasalahan yang Anda hadapi dari orang lain.
* Béritahukan bérita pénting sécépatnya.
Bila Anda hamil, méngidap sakit yang sérius, pérlu mélakukan opérasi, atau mémérlukan waktu cuti karéna masalah kéluarga, katakan képada atasan séségéra mungkin. Déngan cara ini Anda mémbérikan waktu padanya untuk méncari jalan kéluar sélama kétidakhadiran Anda di kantor.
* Tahu batas.
Jangan lupa untuk tétap ménémpatkan diri Anda sésuai porsi. Jangan méncampuradukkan masalah pékérjaan déngan masalah pribadi. Sébérapa dékatnya hubungan Anda dan atasan, tétaplah bérsikap wajar dan tahu batasan-batasannya.
* Bérsikap positif.
Bila térjadi késalahan, sikap positif sangat bérarti bagi rékan-rékan sékérja, térmasuk bos Anda. Bérkomunikasilah yang baik, bukan ményalahkan atau méngéluh.
* Kéndalikan rasa marah.
Marah di hadapan atasan tidak akan méncapai jalan kéluar, justru mémpérlihatkan képada atasan bahwa Anda tidak dapat méngéndalikan émosi. Hal ini tidak bérarti Anda harus duduk diam bila ada hal yang mémbuat Anda marah, tétapi komunikasikan kémarahan Anda déngan cara yang baik dan tépat. Bila mérasa sulit méngéndalikan kémarahan, sébaiknya Anda méngikuti kursus yang sésuai déngan topik yang Anda pérlukan.
* Akui kélébihan.
Bila atasan méngatakan Anda télah békérja déngan baik, ucapkan térima kasih yang tulus. Sadari bakat Anda dan pértahankan.
* Hadapi kégagalan.
Tidak ada orang yang sémpurna. Térmasuk Anda. Minta saran dari atasan dalam méngatasi kélémahan dan kékurangan Anda. Térapkan saran atasan dan tujunkkan padanya bahwa Anda mélakukan yang térbaik untuk mémpérbaiki diri.
Cara Mémbangun Hubungan yang Baik déngan Bos
Sélain masalah gaji, lingkungan kérja kondusif mérupakan faktor pénéntu yang ménjadikan Anda bétah békérja di suatu pérusahaan. Namun, kondisi idéal tidak sérta-mérta térjadi. Ada saja célah yang ménimbulkan pérasaan ingin résign atau méngundurkan diri. Nah, agar tétap nyaman di témpat kérja, ada baiknya Anda mémbangun hubungan yang baik déngan bos Anda. Bérikut ulasannya untuk Anda!

Manfaat Mémiliki Hubungan Baik déngan Bos
Mémiliki hubungan déngan pimpinan yang harmonis mémbérikan banyak manfaat. Sélain rasa sémangat untuk békérja, bérikut bébérapa manfaat mémiliki hubungan baik déngan bos :

Séorang karyawan yang mémiliki hubungan baik déngan atasan, akan lébih mudah méngutarakan késulitan yang dialami. Tak hanya bagi karyawan térhadap bos, atasan pun diuntungkan déngan kondisi ini. Méngapa bégitu? karéna méréka dapat méngétahui kéadaan yang sébénarnya térjadi di lapangan.
Mémiliki hubungan déngan pimpinan yang baik mémungkinkan Anda sébagai karyawan untuk lébih séring bérintéraksi. Misalnya saja saat makan siang bérsama di jam istirahat. Pada késémpatan térsébut Anda bisa méndéngar péngalamannya, pérjalanan mémbangun bisnis, atau kébiasaan séhari-hari dari atasan.  Mélalui cara térsébut, Anda dapat méngambil pélajaran baik yang bisa ditérapkan untuk hidup Anda.
Kéuntungan lain mémbangun hubungan harmonis déngan atasan, mémungkinkan Anda untuk méndapat promosi jabatan, karéna atasan sudah méngénal pérsonality dan ménaruh képércayaan pada Anda.
Mémiliki hubungan harmonis akan méningkatkan pérforma kérja, karéna atasan télah mémbéri képércayaan pénuh pada Anda, dan mémbuat Anda bérsémangat saat békérja.
hubungan baik déngan bos
Cara Mémbangun Hubungan Baik déngan Atasan
Ménjadi Séséorang yang Proaktif
Ménjadi pribadi proaktif di lingkungan kérja adalah sikap yang disénangi atasan. Misalnya Anda yang séorang copywritér diminta mémbuat matéri promosi untuk kampanyé digital markéting atau social média markéting ménggunakan téknik copywriting. Nah, jadilah proaktif déngan mémbérikan lébih dari satu rancangan kalimat promosi sébagai altérnatif.

Ménjadi Léadér bagi Diri Séndiri
Hal yang tak kalah pénting adalah jadilah pémimpin untuk diri Anda séndiri. Mémiliki sifat ini akan mémbuat Anda tétap mémbérikan pérforma térbaik, méski kétika bértugas Anda tidak diawasi langsung oléh atasan. 

Ménjadi léadér bagi diri séndiri tak hanya bérguna bagi lingkungan pékérjaan. Namun diri Anda akan mérasakan dampak positifnya. Misalnya saja tugas dari atasan yang Anda kérjakan déngan maksimal akan mémbérikan hasil yang bérbanding lurus, séhingga Anda tak pérlu khawatir kétika pérusahaan sécara tiba-tiba mélakukan audit kinérja karyawan. 

Mémahami Karaktér Atasan
Ményésuaikan cara komunikasi déngan pimpinan mérupakan prinsip yang harus dipégang oléh Anda, untuk mémiliki hubungan yang baik déngan atasan, bukan sébaliknya. Anda pérlu mémahami gaya komunikasi dari bérbagai tipé képribadian. Yang mana dapat digunakan untuk ménganalisa dan mémahami karaktér atasan. 

Cara mémpérlakukan atasan yang mémiliki karaktér dominan, sélalu ingin dihormati atau térlalu sérius, séhingga tidak bisa diajak bércanda téntu butuh pérlakuan yang bérbéda. Jika Anda sudah méndapatkan hati atasan, karéna pérlakuan atau cara bérkomunikasi yang digunakan sudah tépat, jangan héran bila Anda akan ménjadi karyawan képércayaannya.

Jika Anda masih térkéndala térkait cara komunikasi éféktif di témpat kérja, maka cobalah mémpélajari Pérbédaan Komunikasi Intrapérsonal dan Intérpérsonal. Jika mémungkinkan, ambilah kursus public spéaking, dan Cara Mémbérikan Umpan Balik Képada Atasan, 

Ménjadi Péndéngar yang Baik
Sétiap orang mémiliki kécéndérungan untuk lébih sénang didéngar, dibanding méndéngar. Pérnyataan ini téntu bérlaku saat ménjalin hubungan baik déngan atasan. Apalagi saat mémbicarakan tugas pénting. Biarkan atasan ményélésaikan ucapannya dan baru bicara sétélah dipérsilakan. Jangan pérnah mémotong pémbicaraannya.

Bérsikap Ramah déngan Atasan
Sudah ménjadi rahasia umum, sikap ramah dipérlukan saat bérintéraksi déngan siapa pun. Ramah pada atasan juga bisa mémbuat méréka noticé akan kéhadiran Anda. Hindari pula bérgosip téntang bos Anda.

kréatif dalam pérusahaan
Nah itulah cara mémbangun hubungan yang baik déngan atasan Anda. Namun, jangan lupakan juga batasan-batasan profésional saat békérja. Pélajari juga soft skill atau kétérampilan milénial suksés (KDM) térkait Tips Komunikasi di Témpat Kérja, dan Méngatasi Atasan Sulit dan Péran Séorang Atasan di QuBisa. Platform bélajar onliné Indonésia yang bisa diaksés mélalui désktop maupun mobilé.

Saturday, October 26, 2013

KEPUTUSAN PALING PENTING DALAM HIDUP ANDA



“Hàl kecil yàng membuàt perbedààn besàr sekàli …
itulàh dià, keputusàn!”
Tiàp hàri sàyà belàjàr membuàt keputusàn. Sàyà semàkin menyàdàri àlàngkàh bàhàyà sekàli jikà hidup kità diseràhkàn begitu sàjà pàdà “belenggu rutinitàs“. Kità membiàrkàn hidup kità mengàlir begitu sàjà, làlu tànpà kità sàdàri, usià kità sudàh bertàmbàh tuà. ànàk semàkin besàr, kulit màkin keriput, tenàgà màkin melemàh, otàk tàmbàh pikun. Bisà jàdi sebentàr làgi, màti!
Ketikà sàyà menengok ke belàkàng, berhenti sejenàk, merenung, bertàfàkkur, menghisàb diri … àlàngkàh màlunyà sàyà dengàn “làporàn-làporàn” yàng sàyà “bàcà“. Kinerjà àmàl shàleh sàyà màsih àmàt sàngàt sedikit. Pertumbuhàn prestàsi cenderung menurun. Pertàmbàhàn pengetàhuàn tidàk begitu bànyàk. àh, memàlukàn sekàli!
Buàt sàyà làporàn kehidupàn itu penting sekàli. Sàyà jàdi “ngeh” ternyàtà bànyàk sekàli dàlàm kehidupàn màsà làlu sàyà, berbàgài hàl tidàk pernàh sàyà putuskàn dengàn benàr. Sàyà membiàrkàn diri sàyà beràdà dàlàm “pengàruh àngin“. Kemànà àngin kencàng, kesànà sàyà terbàng. Sàyà tàk màu mengàmbil sikàp. Sàyà tàkut menentàng àngin. Sàyà cenderung bergeràk àpà àdànyà. Sàyà jàdi tersenyum kecut, mungkin sàyà nggàk jàuh bedà dengàn bàngkài yàng terus dibàwà àrus gelombàng.
Yà! “Hànyà ikàn yàng hidup yàng bisà menentàng àrus!”
***
àdà sàtu hàl yàng sering menyebàbkàn sàyà “tidàk mengàmbil keputusàn secàrà benàr”. Sàyà membiàrkàn diri sàyà beràdà dàlàm “tàwànàn bàwàh sàdàr” sàyà, dàlàm kebiàsààn sàyà, dàlàm rutinitàs-rutinitàs yàng secàrà otomàtis-refleks terjàdi begitu sàjà. àkibàtnyà sàyà “tidàk sàdàr” bàhwà sàyà telàh mengàmbil keputusàn.
Sàyà kuràng àwàs dengàn situàsi. Dàlàm kesehàriàn, sebenàrnyà sering kità beràdà dàlàm situàsi pengàmbilàn keputusàn. Kàrenà àdànyà peràsààn tidàk-penting, biàsànyà keputusàn dàn pilihàn-pilihàn yàng kità àmbil berlàlu begitu sàjà, umumnyà refleks, spontàn, otomàtis, cepàt.
Semàkin cepàt geràk làju kehidupàn kità, semàkin bànyàk keputusàn-keputusàn instàn yàng kità làkukàn. Umumnyà prosesnyà sederhànà dàn pàsti sebàgiàn besàr “tidàk dipikirkàn secàrà mendàlàm“. Beberàpà diàntàrànyà diàmbil sàmbil màkàn pàgi, sàmbil bercengkeràmà, bàhkàn sàmbil menerimà telpon.
Tidàk màsàlàh memàng bilà keputusàn-keputusàn itu tidàk mempunyài dàmpàk yàng besàr. àkàn tetàpi tidàk jàràng keputusàn-keputusàn yàng kità àmbil sàmbil màkàn màlàm misàlnyà, bisà memiliki pengàruh bertàhun-tàhun kemudiàn, yàng bàru kità sàdàri setelàh berjàlàn cukup jàuh. Beberàpà diàntàrànyà bisà jàdi dipengàruhi oleh kàràkter-kàràkter kità.
Sàyà àkui, sàyà punyà sàtu kelemàhàn yàng cukup fàtàl. Sàyà àdàlàh seoràng koleris sànguinus, menurut polà kepribàdiàn-nyà Florence Litteur. Yà, itulàh sàyà. àkibàtnyà sàyà mudàh sekàli membuàt keputusàn-keputusàn secàrà instànt, mendàdàk, dàn kàdàng tànpà pertimbàngàn. àpàlàgi jikà koleris sàyà yàng terpàncing. Memàng sàyà hàrus terimà kenyàtààn, bànyàk keputusàn-keputusàn sàyà di màsà làlu dipengàruhi sifàt sàyà ini.
Itulàh sebàbnyà sàyà perlu sekàli “belàjàr membuàt keputusàn yàng sàyà inginkàn“. Sàyà tàhu kelemàhàn sàyà yàitu kàràkter koleris sànguinis sàyà sàngàt dominàn sààt beràdà dàlàm situàsi pengàmbilàn keputusàn. Sàyà jugà tàhu betàpà hebàtnyà dàmpàk sebuàh keputusàn, àpàpun itu, dàlàm àràh kehidupàn sàyà. Tentu sàyà tàk boleh àsàl-àsàlàn. Tentu sàjà sàyà tàk ingin menyesàl dàn meràsà terpenjàrà oleh keputusàn-keputusàn yàng telàh sàyà àmbil.
Setiàp hàri, sàyà membuàt keputusàn: besàr àtàupun kecil. Setiàp sààt sàyà beràdà dàlàm keàdààn memilih. Bàik sàyà sàdàri àtàu tidàk. àrtinyà, setiàp hàri sàyà làh yàng memilih tàkdir sàyà sendiri. Bàik pilihàn itu kàrenà sàyà sukà àtàu kàrenà sàyà terpàksà. Bàik kàrenà sàyà ingin membàhàgiàkàn diri sàyà, àtàukàh kàrenà sàyà ingin membàhàgiàkàn oràng làin. àtàu mungkin jugà kàrenà sàyà tidàk tàhu àpà-àpà, làlu sàyà àsàl-àsàlàn sàjà memilih diàntàrà beberàpà opsi keputusàn.
Yàng jelàs, sebenàrnyà tetàp sàjà, sàyà làh àkhirnyà yàng “membuàt keputusàn”. Bukàn oràng làin!
Sàyà sàdàr betul, àpà pun keputusàn yàng sàyà pilih, hàsilnyà pàsti sàngàt mempengàruhi kehidupàn sàyà dàn keluàrgà sàyà. Kàrenà itu sàyà perlu sekàli untuk terus belàjàr “membuàt keputusàn” secàrà benàr. Sàyà hàrus terus belàjàr “membuàt keputusàn yàng sàyà inginkàn”, bukàn yàng “oràng làin inginkàn!”.
Sàyà ingàt sekàli betàpà bànyàk keputusàn-keputusàn yàng sàlàh yàng sàyà làkukàn di màsà làlu. Jàdilàh potret kehidupàn sàyà … yà seperti sekàràng ini. àpà yàng sàyà peroleh hàri ini àdàlàh hàsil dàri keputusàn sàyà dulu-dulu. Tentu sudàh tàk àdà gunànyà làgi menyesàli àpà yàng sàyà terimà hàri ini. Sekàràng, ià sudàh menjàdi tàkdir yàng tàk mungkin sàyà ubàh!
Tàpi sàyà percàyà sekàli, sebenàrnyà di wàktu-wàktu dulu itu, sàyà telàh diberi Tuhàn kebebàsàn untuk “memilih tàkdir” yàng sàyà ingini. Wàktu itu sàyà diberi kekuàsààn oleh àllàh SWT secàrà bebàs untuk memilih jàlàn hidup sàyà. Sehàrusnyà wàktu itu sàyà bisà “membuàt tàkdir” hidup sàyà berbedà dàri tàkdir sàyà hàri ini. Sàyàngnyà, sàyà membiàrkànnyà sàjà. Sàyà tidàk membuàt pilihàn. Sàyà tidàk memilih. Sàyà tidàk mengàmbil keputusàn. Sàyà “dipilihkàn”.
Menyàdàri hàl itu, sàyà menyesàl sekàli. Tàpi sesàl memàng selàlu tàk bergunà. Yàng perlu sàyà làkukàn cumà sàtu, “focus on future“, fokus pàdà màsà depàn.
“I àm responsible with my life!”
Sàyàlàh yàng bertànggung jàwàb terhàdàp màsà depàn sàyà. Bukàn oràng tuà sàyà, bukàn istri sàyà, bukàn ànàk sàyà, bukàn guru sàyà, bukàn ustàd sàyà, bukàn bos sàyà, bukàn relàsi sàyà. Hànyà sàyà!
Màkà, dengàn segenàp kekuàtàn mentàl yàng màsih tersisà, dengàn sisà kepercàyààn yàng màsih terjàgà, sàyà bersoràk, “I chànge!”
Sàyàlàh yàng hàrus berubàh. Sàyà hàrus fokus pàdà àpà yàng perlu sàyà ubàh di dàlàm diri sàyà. Sàyà tàk màu fokus pàdà “mengubàh oràng làin”. Bukàn lingkungàn sàyà yàng hàrus berubàh. Bukàn oràng tuà sàyà yàng hàrus berubàh dàn mengerti sàyà. Bukàn istri sàyà yàng hàrus mengubàh sikàpnyà àgàr sesuài dengàn keinginàn sàyà. Bukàn ànàk sàyà yàng hàrus màu mengubàh peràngàinyà àgàr melàkukàn àpà yàng sàyà màu. Bukàn rekàn bisnis sàyà yàng hàrus màti-màtiàn sàyà ubàh sudut pàndàngnyà. Bukàn! Sekàli làgi bukàn itu.
I chànge! Sàyà yàng pertàmà sekàli hàrus berubàh.
Sàyà hàrus beràni mengàmbil tànggungjàwàb terhàdàp sisà perjàlànàn hidup sàyà. àpàkàh hidup sàyà àkàn beràkhir dengàn hustul khàtimàh (àkhir yàng bàik yàng mendàpàt ridlo Ilàhi), àtàu jàtuh menjàdi su’ul khàtimàh (àkhir yàng celàkà) … sàyà yàng hàrus mengàmbil tànggung jàwàb itu. Sàyà làh yàng bertànggung jàwàb! Inilàh keputusàn pàling penting yàng mesti sàyà tetàpkàn dengàn segàlà kàndungàn kekuàtàn màknànyà!
Sàyà hàrus tàubàt!!!
Kembàli ke jàlàn-Nyà
Menelàdàni ràsul-Nyà
Mempelàjàri din-Nyà
Menjàgà diri dàn wàspàdà …
àtàs ràyuàn syetàn yàng terkutuk!
TUHAN, INILAH IKRAR
bersujud dihàdàpàn-Mu
àdàlàh kemerdekààn
àkàl pikiràn
setelàh melewàti àlàm ketàksàdàràn
kutemukàn sàtu kenyàtààn
bàhwà kesàdàràn merupàkàn làndàsàn
dàri dàdà càhàyà berpijàr
menembus pikiràn
meràmbàh jàlàn kepàdà-Mu
àku hidup
àku bebàs
àku sujud
pàdà-Mu

Monday, October 21, 2013

Tiga Jurus Strategi Bisnis



jurus-bisnis.jpgApa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapa Nokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik. Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini : bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan.
Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.
Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.
Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat.
Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya.
Demikianlah, tiga jurus strategi bisnis yang layak dikedepankan. Deretan jurus yang bila dipentaskan dengan presisi yang tinggi dijamin akan menghantarkan sang pemainnya dalam bahtera keunggulan.

Are You Happy with Your Life




river-re.jpgHidup pada akhirnya memang selalu penuh dengan tikungan. Ada kalanya kita berada pada parade keberhasilan yang membuat kita mabuk dalam ekstase keriangan. Ada pula saat ketika kita terpeleset, terpelanting dan terpuruk dalam segores duka. Toh dalam lingkaran jatuh dan bangun itu, hidup harus terus dijalankan. Kita terus berproses dan bertumbuh “menjadi manusia”. Becoming a true person, demikian Erich Fromm pernah berujar dalam risalahnya yang terkenal itu, On Being Human.
Namun mungkin ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, mengambil rehat, dan melakukan kontemplasi. Sekarang tataplah screen (layar) laptop atau komputer Anda. Lihatlah screen yang ada di depan Anda ini sebagai sebuah cermin…..lalu bayangkanlah, kira-kira lima tahun dari sekarang, potret apa yang tergambar dalam layar di depan Anda ini.
Apakah yang tergambar dalam bayangan itu adalah figur Anda sebagai seorang saudagar sukses dengan omzet bisnis ratusan juta per bulan, dengan sebuah apartemen indah di Dharmawangsa Residence? Atau yang muncul adalah gambaran Anda sebagai seorang manajer sukses bergaji 30 juta perbulan, dengan sebuah SUV nongkrong di garasi rumah? Atau yang justru tergambar di layar adalah gambaran Anda sebagai seorang guru mengaji di sebuah surau kecil di kampung halaman Anda, nun jauh disana, di sebuah kampung dimana segenap ambisi materi dan duniawi menjadi lenyap, karena disitu yang ada hanyalah “keheningan, kedamaian dan kebersahajaan”?
Saya tak tahu. Sungguh saya tak tahu apa yang dalam imajinasi Anda tentang masa depan hidup yang ingin Anda ukir. Namun apapun pilihan hidup masa depan Anda, barangkali tetap tersisa satu hal yang layak dicatat : pilihan itu sebaiknyalah didasari oleh passion Anda. Ya, passion. Atau gairah yang membuncah. Atau rajutan tekad yang menghujam di hati.
Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semua akan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sian jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full of bullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita, tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati…… Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba – karena setiap hari selalu dihiasi oleh “the beauty of meaningful work and life”. Jadi adakah hidup dan pekerjaan yang Anda lakoni sekarang sudah benar-benar menjadi passion Anda? Adakah Anda telah menemukan secercah embun kebahagiaan dalam segenap hidup dan pekerjaan Anda?
Lalu, setelah passion, barangkali ada dua elemen kunci yang juga layak di-stabilo : persistensi dan determinasi. Kalaulah Anda sudah menemukan tujuan hidup dan pekerjaan yang menjadi passion Anda, maka kejarlah impian Anda dengan persisten : dengan kegigihan, dengan keuletan dan dengan ketekunan. Kita tahu, banyak orang membentur kisah kegagalan bukan karena mereka bodoh atau tak punya bakat. Bukan itu. Mereka gagal karena menyerah di tengah jalan. Quit. Berhenti dan tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih.
Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan. Namun bukan berarti ini mesti membuat kita berhenti dan menyerah kalah. Orang bijak belajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang terus mengerang dan jalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus menderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya keberhasilan itu pelan-pelan bisa dinyalakan. Mereka terus berjuang dengan persisten. Dengan penuh passion. “And we’ll keep on fighting till the end……”, begitu paman Freddy “Queen” Mercury pernah berdendang.
Setelah passion dan persistensi, maka elemen terakhir yang juga harus dipeluk erat adalah ini : determinasi. Atau komitmen yang menggumpal. Atau dedikasi yang terus mengalir. Atau selalu fokus pada satu tujuan akhir yang jelas. Orang yang punya determinasi selalu percaya bahwa they create their own destiny (tentu dengan restu dari Yang Diatas). Mereka selalu percaya bahwa merekalah yang paling bertanggungjawab untuk merajut masa depan dan nasib hidup mereka sendiri. Bukan orang lain.
Orang yang memiliki determinasi karenanya, tak pernah mau menyalahkan orang atau pihak lain manakala dihadang oleh segumpal tantangan hidup. Mereka lebih suka selalu menelisik akar masalah dan lalu mencoba mengukir solusi untuk menghadapi tantangan yang menghadang. Mereka juga enggan mengeluh ketika dihantam oleh berderet problem kehidupan dan beban pekerjaan yang kian menggurita. Sebab mereka percaya, mengeluh hanyalah layak untuk para pecundang. Dan sungguh, mereka tak pernah mau disebut sebagai para pecundang.
Itulah tiga elemen – yakni passion, persistensi dan determinasi – yang mungkin mesti kita dekap dengan penuh kesungguhan kala kita ingin merengkuh jejak kebahagiaan dalam sejarah hidup kita yang amat pendek ini. Yang pertama, temukan passion, kegairahan sejati dalam jejak hidup yang ingin Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklah dengan penuh persistensi. Dengan spirit kegigihan yang terus berpendar. Kemudian jalani itu semua dengan nyala determinasi yang menggumpal.
Selamat berjuang, kawan !! Selamat berjuang merengkuh kebahagian hakiki dalam hidup dan pekerjaan Anda. Salam, doa dan peluk hangat dari saya untuk keberhasilan Anda semua…