Ketika Anda mampu
melihat hidup Anda dalam sebuah keutuhan yang jelas dalam kesadaran
kebijaksanaan tertinggi, maka sistem keseimbangan otomatis di dalam diri Anda
akan bekerja secara efektif, untuk selalu menjaga diri Anda dalam keseimbangan
hidup yang hebat. Lantas, bagaimana caranya agar Anda bisa memiliki sistem
keseimbangan otomatis di dalam diri Anda?.
Hidup ini tidaklah untuk asal dilakoni, tapi hidup yang hebat memerlukan
latihan dan pembelajaran yang terus-menerus hingga akhir hayat, agar Anda bisa
menjadi pribadi yang tegar, kuat, dan tangguh. Dan untuk itu, diperlukan kerja
keras dalam membangun sistem keseimbangan otomatis di dalam diri Anda secara
sempurna. Tapi dalam kenyataan sehari-hari, umumnya orang-orang sering sekali
menjalani hidup oleh tuntutan keadaan, ataupun oleh kemauan nafsu dan ambisi
dari sang ego diri. Sehingga mereka sering tersesat ke zona yang penuh rasa
bingung dan putus asa. Padahal hidup yang sesungguhnya memerlukan sebuah
kesadaran yang utuh dalam menjadikan diri sebagai sebuah harta yang bermanfaat
buat kebahagiaan diri sendiri dan buat kebahagiaan banyak orang. Oleh karena
itu, diperlukan sederet latihan dan pembelajaran, untuk menjadikan diri Anda
kuat dan tegar dalam menghadapi segala macam tantangan yang ada di dalam hidup
Anda.
Kebanyakan orang selalu bersikap tidak sabar untuk mengikuti proses hidup yang
penuh dengan nilai-nilai kerja keras dalam perjuangan yang berliku-liku. Dan,
sering sekali pengaruh dari lingkungan sekitar menjadikan mereka berpikir untuk
meraih hasil yang diinginkan secara instan. Akibatnya, mereka tidak mau bekerja
keras untuk membangun sistem keseimbangan otomatis di dalam dirinya, jelas hal
ini merupakan sasaran empuk buat segala macam ketidakseimbangan hidup,untuk
merusak bakat dan potensi diri mereka. Oleh karena itu, artikel ini
berinisiatif memberikan lima langkah jitu yang membuat diri Anda mampu
membangun sistem keseimbangan otomatis, agar Anda bisa menjadi pribadi yang
tegar dan kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
1.Anda Harus Bisa
Menata Pikiran Anda Menjadi Positif. Di Mana, Pikiran Positif Yang Terlatih
Dengan Sempurna Dapat Menjadi Kekuatan Yang Luar Biasa Dalam Membangkitkan
Segala Potensi Diri Yang Hebat. Untuk Itu, Teruslah Latih Pikiran Anda, Agar
Pikiran Anda Bisa Menjadi Magnet Diri Yang Hebat, Serta Mampu Mendorong
Terbentuknya Sistem Keseimbangan Otomatis, Untuk Bisa Menarik Segala Macam
Sukses Ke Dalam Diri Anda Secara Sempurna.
2.Anda Wajib
Melatih Perasaan Anda, Agar Perasaan Anda Selalu Berada Dalam Zona Damai,
Nyaman, Bahagia, Yang Penuh Percaya Diri. Perasaan Yang Penuh Rasa Syukur
Adalah Hal Terpenting Dalam Membangun Sistem Keseimbangan Otomatis Di Dalam
Diri Anda, Agar Anda Bisa Selalu Berada Dalam Zona Tegar Dan Kuat. Perasaan
Batin Yang Hebat Pasti Menjadikan Diri Anda Super Hebat Dan Super Tegar Dalam
Menyikapi Semua Tantangan Hidup.
3. Anda Wajib
Menjaga Menu Makanan Dalam Keseimbangan Yang Wajar Antara Carbo, Protein,
Lemak, Serat, Mineral, Vitamin, Dan Air. Usahakan Semua Yang Anda Makan Berasal
Dari Bahan Dasar Yang Segar, Dan Hindari Semua Makanan Yang Tidak Segar.
Makanan Yang Segar Dan Alamia Akan Memberikan Energi Positif Ke Dalam Tubuh
Anda. Di Mana, Energi Positif Tersebut Akan Mendorong Terciptanya Sistem
Keseimbangan Otomatis Di Dalam Diri Anda. Makanan Yang Sehat Dan Baik Merupakan
Syarat Mutlak, Agar Tubuh Anda Memiliki Kekuatan Energi Yang Super Hebat Dalam
Menghadapi Semua Tantangan Hidup.
4. Anda Harus
Melatih Raga Anda Secara Rutin Dan Berkelanjutan. Olahraga Merupakan Sebuah
Langkah Jitu Yang Wajib Anda Lakoni. Lakukan Latihan Beban Yang Sesuai Dengan
Kemampuan Anda, Agar Metabolisme Tubuh Anda Bisa Menjadi Lebih Besar. Lakukan
Gerakan-Gerakan Ringan Untuk Membuat Tubuh Anda Tidak Kaku. Lakukan Latihan
Erobik, Seperti Lari, Berenang, Bersepeda, Tredmil, Dan Lain-Lain Secara Rutin,
Agar Jantung Anda Selalu Segar Dan Bugar Dalam Menghadapi Tantangan Hidup.
Tubuh Yang Sehat Oleh Olahraga Rutin Akan Menjadi Kuat Dan Tegar, Dan Mampu
Membangun Sistem Keseimbangan Otomatis Di Dalam Diri Anda.
5. Anda Adalah
Makhluk Spiritual. Oleh Sebab Itu, Dekatkan Diri Anda Kepada Tuhan. Spiritual
Batin Yang Terlatih Secara Positif, Akan Menjadi Kekuatan Yang Luar Biasa Dalam
Menghadapi Semua Tantangan Tersulit. Jadilah Pribadi Yang Hebat, Tegar, Dan
Kuat Dalam Pelukkan Nilai-Nilai Spiritual Yang Luar Biasa Baiknya. Nilai-Nilai
Spiritual Yang Positif Akan Membangun Sistem Keseimbangan Otomatis Di Dalam
Diri Anda.
Cobalah praktikkan
kelima langkah jitu ini secara utuh dalam sebuah komitmen diri yang kuat, dan
pastikan Anda mampu menjadi pribadi yang tegar dan kuat dalam menghadapi hal
apapun di dalam hidup ini.
Depresi kerap disamakan dengan kesedihan
yang biasa terjadi dalam kehidupan
sehari-hari, tidak dianggap penyakit,
apalagi gangguan
jiwa. Bahkan, di
lingkungan budaya tertentu, depresi dianggap
sebagai kelemahan kepribadian atau
karakter.
Kuatnya pengaruh budaya dan kepercayaan mendorong
masyarakat mencari
pertolongan atas depresi yang diderita lewat
paranormal atau pengobatan
tradisional. Karena ketidaktahuan masyarakat
itulah, muncul sejumlah mitos dan
konsepsi keliru mengenai depresi. Beberapa mitos
menyebut: depresi dapat di
atasi sendiri, depresi dianggap lemah pikiran dan
mental, atau pasien depresi
dianggap melakukan suatu dosa.
Semua itu tentu tidak benar. Yang pasti, depresi
siapapun penderitanya dapat
memengaruhi suasana hati, kondisi fisik, dan
pikiran Anda. Perasaan itu bisa
sedemikian kuat sehingga kehidupan Anda sehari-hari terganggu. Depresi juga
bisa membuat Anda merasa bersalah dan merasa tidak
berguna meski Anda telah
melakukan apa saja yang menurut Anda terbaik.
Gara-gara depresi, Anda pun
mungkin tidak berminat terhadap hal-hal yang
sebelumnya Anda sukai. Karena
depresi pula, energi Anda terkuras sehingga tubuh
merasa letih dan lelah. Dan
yang paling parah, depresi juga bisa menggiring
seseorang melakukan bunuh diri.
Semua gejala depresi itu muncul akibat
ketidakseimbangan neurotransmitter
(zat penghantar dalam sistem syaraf) seperti
serotonin, (neurotransmitter yang
mengatur perasaan), norepinefrin (neurotransmitter
yang mengatur energi
interest), dan dopamine (neotransmitter yang
mengatur minat) di berbagai bagian
otak kita.
Depresi tidak mengenal batas usia, jenis kelamin,
kedudukan, suku, maupun
ras. Sementara faktor-faktor yang bisa menjadi
penyebab depresi adalah genetik
(keturunan), biologis, kepribadian, dan psikosial.
Sebuah studi menunjukkan,
anak kandung dari orangtua yang menderita depresi
berisiko lebih tinggi
mengalami depresi walaupun diasuh oleh orangtua
angkat yang tidak depresi.
Depresi merupakan gangguan mental yang paling banyak menimbulkan beban
distabilitas. Depresi dapat meningkatkan
morbiditas (kesakitan), mortalitas
(kematian), risiko bunuh diri, serta berdampak pada penurunan kualitas hidup
pasien dan seluruh keluarga. Sayangnya, sampai
saat ini depresi masih belum
dapat dipahami secara baik oleh masyarakat.
Padahal, berbagai penelitian menunjukkan, pasien
dengan gangguan depresi
merasakan adanya keluhan fisik dan gangguan
mental. Mengutip hasil studi
mengenai hubungan depresi dan gejala somatik yang
dilakukan Simon GE pada 1999,
dikatakan, sebanyak 69 persen pasien dengan
gangguan depresi mengemukakan
keluhan fisik.
Keluhan fisik dan gangguan mental bisa datang pada
saat bersamaan. Keadaan
ini akan memperburuk prognosis. ''''Mereka yang
mengalami penyakit fisik berisiko
mengalami gangguan mental 3,5 kali lebih besar
daripada mereka yang sehat,''''
Makin berat penyakit fisik makin besar pula
kemungkinan untuk mengalami
gangguan mental. Penyakit fisik yang paling sering
menjadi pencetus gangguan
mental adalah penyakit neurologik, jantung,
paru-paru kronis, kanker, cacat
fisik, dan arthritis (radang sendi). Sedangkan
gangguan mental yang paling
sering terjadi adalah kecemasan dan depresi.
Terapi
Penderita depresi perlu melakukan terapi secara
tepat. Hal ini untuk
menghindari konsekuensi bila tidak mencapai
kesembuhan. Konsekuensi yang
dimaksud yaitu: kendala psikososial
berkepanjangan, memperburuk prognosis,
menambah beban pelayanan medis, meningkatnya
risiko bunuh diri dan
penyalahgunaan zat, serta meningkatnya risiko
kekambuhan.
Adapun tujuan terapi depresi adalah meningkatkan
kualitas hidup, mengurangi
atau menghilangkan gejala, mengembalikan peran dan
fungsi, mengurangi risiko
kekambuhan, serta mengurangi risiko kecacatan atau
kematian. Namun, ada faktor
yang memengaruhi hasil terapi, yakni pasien,
masyarakat, dokter, dan obat.
Pada pasien biasanya berupa ketidakpatuhan karena
berbagai sebh
satunya tidak peduli. Pada masyarakat atau
lingkungan adalah karena mitos,
kepercayaan, dan stigma. Dokter juga bisa memberi
pengaruh yang tidak baik pada
hasil terapi, misalnya jika dokter kurang
mengenali gejala depresi. Sedangkan
pada obat, biasanya menyangkut efektivitas, efek
samping, kemudahan, dan harga.
Khusus mengenai obat, penderita depresi sebaiknya
menggunakan obat
antidepresan serotonin nor epinefrin reuptake
inhibitor (SNRI). Mengapa
SNRI? Sebab, obat ini mampu bekerja ganda yakni
menghambat reuptake
serotonin dan nor epinephrine. Penelitian oleh
Wyeth Pharmaceutical
menunjukkan, golongan obat SNRI dapat
mempertahankan keseimbangan sejumlah zat
kimia dalam otak yakni serotonin dan norepinefrin,
sehingga mencegah kekambuhan
dan dan berulangnya depresi. Obat ini juga bekerja
dengan cepat. Dengan dosis
sekali sehari, efeknya telah dapat dirasakan oleh
pasien setelah empat hari
penggunaan. bur
Jangan Berdiam Diri
Banyak hal bisa membuat seseorang merasa cemas,
stres, dan akhirnya jatuh ke
jurang depresi. Jika suatu kali Anda pun merasakan
gejala-gejala depresi,
jangan berdiam diri. Segeralah bertindak untuk
menolong diri Anda sendiri.
Bagaimana caranya? Langkah-langkah berikut
mudah-mudahan bisa membantu Anda.
* Bersikaplah realistis, jangan terlalu idealis.
* Kalau Anda punya tugas atau pekerjaan yang
menggunung, bagilah tugas-tugas
itu dan buat prioritas. Lakukan tugas yang memang
bisa Anda kerjakan.
* Jika punya masalah, jangan pendam sendiri.
Cobalah ''curhat'' pada orang yang
Anda percayai. Biasanya, hal ini akan membuat
perasaan lebih nyaman dan ringan.
* Cobalah ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan
yang bisa membuat hati Anda
senang, semisal berolahraga, nonton film, atau
ikut dalam aktivitas sosial.
* Berusahalah untuk selalu berpikir positif.
* Jangan ragu dan malu untuk meminta bantuan pada
keluarga atau teman-teman.
September, Oktober, Nopember, dan Desember adalah empat bulan terakhir DI penghujung tahun. Kata orang bulan yang
akhirannya -ber itu biasanya bulan yang sering diguyur hujan,
bener nggak sih? Hm…Sepertinya kita harus membuktikan hal itu, jangan hanya
jadi rumor doank!
Well, hujan adalah suatu berkah dari Allah. Dengan adanya hujan tanaman-tanaman raksasa
ataupun liliput yang ada di dunia ini bisa hidup, karena air adalah salah satu bahan untuk mengolah makanan mereka.
Namun hujan pun bisa menjadi bencana bahkan musuh terutama bagi manusia. Hujan
yang berlebihan bisa menyebabkan banjir dan yang pastinya sih segala aktivitas
outdoor nggak bisa dilaksanain kalau hujan, ya nggak? Kalau dipikir-pikir hujan
datangnya dari mana ya? Tau sih kalo dari langit tapi… apa langit mempunyai persediaan
air kayak sumur gitu? Koq nggak pernah habis sih air yang ada di langit? Nah…
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saya akan memaparkan bagaimana
proses turunnya hujan. Mau pada tau nggak? Dibaca donk yang di bawah ini!
Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan
sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera,
lautan, sungai, danau, sampai ke bak mandi hehe… eh jangan lupa tubuh kita ini
juga mengandung banyak air lho. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut
(tapi nggak termasuk bak mandi) akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan
bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun
permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan
transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi
atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke
tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun
horizontal. Gerakan angin vertikal ke atas menyebabkan awan bergumpal. Gerakan
angin tersebut menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling
bertindih-tindih. Akhirnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang
bersuhu lebih dingin. Di sinilah butiran-butiran air dan es mulai terbentuk. Lama-kelamaan
angin tidak dapat lagi menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah
berisi air ini mengalami presipitasi atau proses jatuhnya hujan air, hujan es
dan sebagainya ke bumi. Nah, seperti itulah proses terjadinya hujan. Udah pada
ngerti kan!
Trus hubungannya dengan bulan yang akhirannya –ber
apa? Oh iya, hampir saja lupa. Menurut ilmu Geografi, musim di Indonesia
terbagi menjadi dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Setiap musim
berlangsung selama enam bulan (kayak semesteran aja nih). Musim kemarau terjadi
pada bulan April sampai September. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan
Oktober sampai Maret. Berhubung diantara bulan Oktober-Maret itu adalah
Nopember, Desember, Januari dan Februari sehingga banyak orang yang mengatakan
bulan yang akhiran –ber itu adalah bulan musim penghujan. Nah, teman-teman
sudah tidak penasaran lagi kan mengapa orang-orang banyak yang berkata demikian
seputar musim penghujan. So, kalau ada yang belum tahu mengenai hujan,
kalianlah yang wajib menjelaskannya.
Ternyata, proses terjadinya hujan ini bersumber
dari Al-Quran. Subhanallah, memang benar ya kalau Al-Quran itu adalah sumber
pengetahuan kita. Makanya kita jangan pernah ragu ataupun malas untuk mengkaji
Al-Quran. Siapa tahu jadi tambah pintar, ya nggak? Daripada kalian semakin
penasaran dengan pernyataan saya bagaimana kalau kalian teruskan saja kegiatan
membaca tulisan saya ini. Karena saya mengutip beberapa ayat mengenai proses
terjadinya hujan seperti di bawah ini:
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu
angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang
dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan
keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai
hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al
Qur''an, 30:48)
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mgarak
awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan
Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari
(gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya
dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan." (Al Qur''an, 24:43)
Kita sering berpikir,
merencanakan, dan bahkan melakukan berbagai cara untuk menciptakan peluang.
Kita sudah memeras otak, uang, waktu, dan bahkan
tenaga demi menciptakan
berbagai macam peluang namun peluang tersebut tak
kunjung datang. Jika sudah
terjadi yang demikian, sebagian dari kita menyerah
dan pada akhirnya kalah oleh
kerasnya kompetisi kehidupan. Lebih jauh lagi, hal
ini akan menimbulkan
berbagai macam masalah yang dapat menghambat
prestasi, produktifitas, kemajuan,
dan kesuksesan seseorang.
Namun, pernahkah kita
menyadari
bahwa menciptakan peluang tidaklah sulit seperti
yang kita takutkan? Bahkan
ketika mempunyai masalah sekalipun kita dapat
menciptakan peluang besar?
Seorang pemerhati sekaligus
praktisi bisnis di Amerika, memberi inspirasi
kepada kita semua tentang
bagaimana menciptakan peluang. Hebatnya lagi,
Scott L. Taylor mengajarkan
kepada kita bagaimana menciptakan peluang dalam
setiap masalah yang kita alami.
Inspirasi Taylor ini lebih dari sekadar
mengajarkan prinsip, namun juga
membantu anda memperoleh pengalaman,
kesehatan mental, dan kebahagiaan!
Jika anda adalah orang yang
mempunyai masalah, bersyukurlah dan tetap baca artikel
ini untuk mengetahui
bagaimana peluang bisa tercipta dari masalah yang
anda miliki.